Suci Faradhiba, S. Psi
Intervensi adalah program kompensatoris atau kegiatan khusus belajar untuk anak-anak spesial yang dilakukan secara mandiri setiap hari setelah kegiatan inti pembelajaran di sekolah. Di Sekolah Anak Merdeka, kegiatan ini diajarkan langsung oleh guru kelas yang menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak spesial tersebut. Intervensi dilakukan di ruang khusus agar anak-anak bisa fokus dan tidak mudah terdistraksi oleh lingkungan sekitar. Durasi kegiatan ini biasanya 20-30 menit per anak, tergantung pada kemampuan anak dalam memahami dan melaksanakan instruksi gurunya. Tujuan dari intervensi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan anak dalam segala aspek.
Intervensi yang biasa dilakukan di Sekolah Anak Merdeka meliputi:
Sensori
Kegiatan ini membantu perkembangan indera peraba anak serta mengenalkan berbagai tekstur seperti kasar, halus, atau lengket, sehingga anak dapat membedakan dan merasa nyaman dengan tekstur tersebut. Contoh kegiatan sensori termasuk bermain dengan slime buatan sendiri yang aman, menginjak bebatuan dan rumput sintetis, membuat bentuk sederhana dengan kinetic sand, meremas tahu dan agar-agar, serta bermain dengan tepung yang dicampur kacang-kacangan.
Taktil
Kegiatan ini mirip dengan sensori tetapi lebih menekankan pada cara menekan benda. Contohnya, anak-anak bermain dengan playdough yang dibuat dari tepung terigu, garam, pewarna makanan, dan air. Mereka juga bisa meremas kertas yang kemudian ditempel untuk membuat karya kreatif.
Motorik Kasar
Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kekuatan otot tangan dan kaki serta kebugaran tubuh anak-anak. Contohnya termasuk menendang bola, melempar dan menangkap bola, melompat, melewati ring, dan berjalan cepat.
Motorik Halus
Kegiatan ini melatih otot kecil pada tangan dan pergelangan tangan anak. Contohnya termasuk meronce, menggunting kertas sesuai pola, menjepit pompom, memainkan buttoning, pre-writing dengan menggambar garis lurus, dan mewarnai.
Okupasi
Kegiatan ini melatih kemandirian anak dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya termasuk mencuci piring dan gelas, memasukkan air ke botol minum, membuka dan melepas sepatu, mengelap kaca dan meja, membersihkan lantai dan mainan, serta menyapu.
Bilateral
Kegiatan ini melatih anak mengkoordinasikan gerakan kedua tangan secara bersamaan. Contohnya termasuk memindahkan air dengan pipet, memindahkan pompom, dan memasukkan biji-bijian ke dalam lubang dengan kedua tangan secara bersamaan. Kegiatan ini menggunakan benda-benda berbeda untuk mengenalkan berbagai tingkat kesulitan.
Vestibular
Kegiatan ini melatih keseimbangan anak secara teratur. Contohnya termasuk berjalan di atas kursi sambil membawa benda agar tidak jatuh, membawa bola dengan sendok atau paper glass, membawa beberapa bola dengan piring, dan menaruh benda di kepala anak sambil berjalan. Selain menjaga keseimbangan, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran diri anak.
Kognitif
Kegiatan ini melatih dan mengembangkan pola pikir serta daya ingat anak. Contohnya termasuk mengenalkan nama-nama hewan, sayuran, buah-buahan, warna dengan flash card, membaca, mengenalkan huruf dan angka, mengerjakan worksheet, serta kegiatan kognitif lainnya.
Dari semua itu, kuncinya adalah penerimaan dengan memahami bagaimana anak menginterpretasikan dunia baginya. Mari kita melangkah bersama.