baby-class
img-thumb
Admin
22 Januari 2024
Cinta dan Penerimaan di Sekolah Anak Merdeka: Membuka Hati untuk Semua

Meutia, S.Pd.

Cinta adalah kekuatan yang luar biasa, yang mampu melampaui segala perbedaan dan menemukan kedalaman dalam keberagaman. Dengan cinta, akan terbuka hati dan paradigm akita untuk menerima setiap individu dengan segala keunikan dan kebutuhannya. Bagi mereka yang berkebutuhan khusus, cinta dan penerimaan lebih dari sekadar kata-kata. Dua unsur ini adalah gerbang pertama yang diperlukan bagi person (anak) dengan kebutuhan khusus agar dapat memahami diri mereka dan lingkungan sekitarnya, untuk kemudian membuat dirinya eksis dan “menyala” bersama dunia.

Penerimaan tercermin dari bagaimana kita memperlakukan mereka dengan kehangatan, kepedulian, dan pengertian. Ketika kita menerima mereka apa adanya, kita membuka pintu bagi hubungan yang mendalam dan berharga. Menerima individu berkebutuhan khusus berarti melihat melampaui label dan diagnosis. Ini berarti perjalanan masuk ke dalam hati mereka hingga menemukan keindahan yang tersembunyi di sana. Di situ perlu kesungguhan hati untuk memberikan dukungan, menyatakan penghargaan, dan senantiasa membuka kesempatan yang sama kepada mereka untuk berkembang dan sampai pada kesadaran diri mereka.

SAM menyatakan penerimaan dan memberikan dukungan tersebut lewat program intervensi. Dalam keseharian, para guru di kelas menjadi teman seperjalanan bagi siswa merespon kemampuan dan kebutuhan mereka. Ini merupakan bagian dari pemenuhan hak pendidikan, menstimulasi tumbuh kembang, penguatan kemandirian, serta praktik pengembangan karakter sebagai individu. Praktik intervensi ini tentu tidak mudah mengingat setiap individu adalah unik, spesifik, dan dinamis. Diperlukan laku pengamatan harian saat kelas intervensi untuk bisa sampai terbangun pemahaman, jalinan, kemudian ikatan dengan subjek berkebutuhan khusus.  Tantangan selalu ada. Namun, orangtua kami hadirkan dalam komunikasi bulanan agar konsep cinta dan penerimaan di atas dapat terbangun vibrasinya baik di sekolah maupun di rumah.

Mari kita bersama-sama membangun dunia di mana cinta dan penerimaan menjadi basisnya. Cinta yang sejati adalah nir-diskriminasi. Yang ada adalah kesempatan, pertumbuhan, dan kebahagiaan bersama.